GRATIS SKRIPSI AKUNTANSI

CONTOH SKRIPSI AKUNTANSI GRATIS ini bertujuan untuk membantu para mahasiswa akuntansi mendapatkan CONTOH SKRIPSI AKUNTANSI sebagai rujukan dalam menyelesaikan tugas SKRIPSI AKUNTANSI. Blog ini menyediakan database ribuan CONTOH SKRIPSI AKUNTANSI yang dapat anda download secara gratis.

SKRIPSI AKUNTANSI : PENGARUH PENERIMAAN OPINI AUDIT GOING CONCERN (GCO), PROFITABILITAS DAN RISIKO KEUANGAN TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

Kamis, 18 Agustus 2011

Skripsi akuntansi : Menurut Harianto dan Sudomo (2001) pada awal pembangunan
Indonesia, khususnya periode orde baru, dana untuk mendukung kegiatan
dunia usaha lebih banyak berasal dari kredit bank umum atau kredit Bank
Indonesia. Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin pesat, dana
yang diperlukan untuk melakukan pembangunan ekonomi semakin tinggi,
sedangkan di lain pihak kemampuan pemerintah dan masyarakat Indonesia
dalam menyediakan kebutuhan dana tersebut semakin terbatas. Untuk
mengantisipasi kondisi tersebut, perekonomian Indonesia memerlukan
alternatif sumber dana selain melalui kredit perbankan yaitu melalui pasar
modal.

Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai
instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik surat
utang (obligasi), equity (saham), reksa dana, instrumen derivatif maupun
instrumen lainnya. Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan
maupun institusi lain (misalnya pemerintah), dan sebagai sarana bagi kegiatan
berinvestasi. Melalui pasar modal, investor dapat melakukan investasi di
beberapa perusahaan melalui pembelian efek-efek baru yang ditawarkan atau
yang diperdagangkan di pasar modal. Sementara itu, perusahaan dapat
memperoleh dana yang dibutuhkan dengan menawarkan instrumen keuangan jangka panjang. Adanya pasar modal memungkinkan para investor untuk memiliki perusahaan yang sehat dan berprospek baik, karena tidak hanya dimiliki oleh sejumlah orang tertentu. Penyebaran kepemilikan yang luas akan
mendorong perkembangan perusahaan yang transparan mendorong menuju
terciptanya good corporate governance. Dengan demikian, pasar modal
memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana kegiatan jual beli dan kegiatan
terkait lainnya, serta akan mendorong menuju terciptanya good corporate
governance.

 Undang-Undang Pasar Modal No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal
mendefinisikan pasar modal sebagai “kegiatan yang bersangkutan dengan
Penawaran Umum dan perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan
dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan
dengan Efek”. Selama dasawarsa terakhir, pasar modal Indonesia mulai
menunjukkan peranan penting dalam memobilisasi dana untuk menunjang
pembangunan ekonomi nasional.

Menurut Harianto dan Sudomo (2001) pasar modal mempunyai
peranan yang sangat penting sebagai wahana penyaluran dana dari pemodal
(pihak yang kelebihan dana) kepada perusahaan (pihak yang kekurangan dana)
secara efisien. Tanpa ada pasar modal maka akses ke sumber dana yang
tersedia secara efisien akan berkurang. Akibatnya, perusahaan akan
menanggung biaya kapital yang lebih tinggi, atau bahkan mengurangi kegiatan
usahanya, yang pada akhirnya akan menyebabkan kegiatan perekonomian
nasional menjadi terganggu. Selain itu, melalui mekanismenya pasar modal mengalokasikan dana yang tersedia kepada pihak yang paling produktif dapat menggunakan dana tersebut. Dengan demikian pasar modal juga berfungsi untuk mengalokasikan dana secara optimal.

Perkembangan pasar modal di Indonesia pada mulanya belum
menunjukkan peran yang penting bagi perekonomian, hal ini terjadi karena
masih rendahnya minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal dan
masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pasar modal serta masih
sedikitnya emiten yang listed di bursa. Akan tetapi dengan semakin
meningkatnya pengetahuan masyarakat dan beberapa kebijakan pemerintah
yang mendukung perkembangan pasar modal, maka semakin hari semakin
berkembang dengan sangat mengesankan.

Menurut Samsul (2006) para emiten melihat pasar modal sebagai
sarana untuk mencari tambahan modal. Perusahaan berkepentingan untuk
mendapatkan dana dengan biaya yang lebih murah dan hal itu hanya bisa
diperoleh di pasar modal. Meningkatkan modal sendiri jauh lebih baik daripada
meningkatkan modal pinjaman, khususnya untuk menghadapi persaingan yang
semakin tajam di era globalisasi. Perusahaan yang pada awalnya memiliki
utang lebih tinggi daripada modal sendiri dapat berbalik memiliki modal
sendiri yang lebih tinggi daripada utang apabila memasuki pasar modal. Jadi
pasar modal merupakan sarana untuk memperbaiki struktur permodalan
perusahaan.

Salah satu indikasi membaiknya kondisi pasar modal di Indonesia
dapat dilihat dari pulihnya kepercayaan investor terhadap pasar modal
Indonesia. Hal lain yang tak kalah penting dan berpengaruh adalah faktor
makro ekonomi, seperti pertumbuhan ekonomi, laju inflasi serta kestabilan
politik dan keamanan.

Riyanto (dikutip oleh Saptadi, 2007) menyatakan bahwa
perkembangan pasar modal sangat di pengaruhi partisipasi yang aktif baik dari
perusahaan yang akan menjual sahamnya (go public) maupun investor serta
pihak–pihak lain yang terlibat dalam kegiatan pasar modal. Ini berarti bahwa
tanpa adanya partisipasi yang aktif dari perusahaan–perusahaan yang potensial untuk go public, tidak adanya investor yang bergairah menanamkan dananya
dalam surat berharga dan kurang aktifnya lembaga lembaga penunjang pasar
modal, maka suatu pasar modal tidak akan berkembang dengan baik.

Saptadi (2007) menyatakan bahwa harga saham di pasar modal
merupakan ukuran yang obyektif mengenai nilai investasi pada sebuah
perusahaan. Harga saham adalah nilai suatu saham yang mencerminkan
kekayaan perusahaan yang mengeluarkan saham tersebut, dimana perubahan
atau fluktuasinya sangat ditentukan oleh kekuatan penawaran dan permintaan
yang terjadi pasar sekunder. Semakin banyak investor yang ingin membeli atau
menyimpan suatu saham, harganya semakin naik, sebaliknya semakin banyak
investor yang ingin menjual atau melepaskan suatu saham, harganya semakin
bergerak turun.
Harga saham merupakan harapan investor. Variasi harga saham akan
dipengaruhi oleh kinerja perusahaan yang bersangkutan disamping dipengaruhi
oleh hukum permintaan dan penawaran, kinerja perusahaan akan menentukan
tinggi rendahnya harga saham di pasar modal. Menurut Koetin (dikutip oleh
Ardiani, 2007) bahwa secara umum, semakin banyak kinerja suatu perusahaan
semakin tinggi laba usahanya dan semakin banyak keuntungan yang dapat
dinikmati oleh pemegang saham, juga semakin besar kemungkinan harga
saham akan naik.
Menurut Harianto dan Sudomo (2001) secara sederhana investasi
dapat diartikan sebagai suatu kegiatan menempatkan dana pada satu atau lebih
dari satu aset (assets) selama periode tertentu dengan harapan dapat memperoleh penghasilan dan atau peningkatan nilai investasi. Pembelian
saham merupakan salah satu bentuk investasi di pasar modal. Saham
memberikan penghasilan dalam bentuk dividen, serta nilainya dapat
diharapkan meningkat.
Hartono (2007) mengatakan bahwa perusahaan emiten
menggunakan pembayaran dividen sebagai sinyal kepada pelaku
pasar. Dengan meningkatkan nilai dividen yang dibayar, perusahaan
emiten mencoba memberi sinyal bahwa perusahaan mempunyai
prospek yang baik di masa depan, sehingga mampu meningkatkan
pembayaran dividen. Sebaliknya jika perusahaan memotong nilai
dividen akan dianggap sebagai sinyal buruk karena akan dianggap
sebagai kekurangan likuiditas. Pelaku pasar yang kurang canggih akan
menerima informasi peningkatan dividen ini begitu saja sebagai sinyal
yang baik tanpa menganalisisnya lebih lanjut dan harga sekuritas akan
mencerminkan informasi kabar baik ini secara penuh.
Sebaliknya pelaku pasar yang canggih tidak akan mudah
dibodohi oleh emiten. Pelaku pasar yang canggih akan menganalisis
informasi ini lebih lanjut untuk menentukan apakah benar ini
merupakan sinyal yang valid dan dapat dipercaya. Jika pelaku pasar
canggih mengerti bahwa sinyal yang diberikan merupakan sinyal yang
salah, mereka akan bereaksi sebaliknya yang tercermin di dalam harga
sekuritas emiten secara negatif terhadap informasi tersebut.

0 comments:

Poskan Komentar